Sep
sepertinya aku blom cerita ultah ku 6 september kemaren ya. qiqiiq..
sudah tua 23 taon, makin berkurang jatah hidupnya, makin banyak dosa
alhamdulillah,, tahun ini dapet kado spesial lagi dari mdani.. apaa tuh??? beli rumah
, yaah,, meskipun pake uang kami berdua, at least mdani sudah mewujudkan impian itu. mwahhmwahh :*
dalam beberapa minggu sebelumnya, setiap kita libur sabtu atau minggu nya searching rumah. sampe banyaaaakk banget brosur & pricelist perumahan yang kita dapet.
ternyata susah ya bo’. kayak nyari pasangan hidup aja
. cocok luas bangunan dan tanahnya, ga cocok harganya
problem klasik
. cocok model rumahnya, ga cocok lokasinya, jauh banget. secara aku g mau jadi komuter. hihihihi.. pokoknya adaaa aja yang buat ga cocok. belum lagi smuanya harus diperhitungkan. antara maju ato mundur. antara beli atau tetep jadi kontraktor. setelah kami diskusi, eyel²an, perang urat syaraf dan perhitungan matang akhirnya kami putuskan juga, kami pilih depok maharaja. insyaAllah rumah kami nanti di blok Q1 no 7.alhamdulillah..
dalam 1 minggu kami nyiapin smua berkas-berkas KPRnya, ini nihh yang buat emosi. ribet ih
. dan alhamdulillah smuanya dimudahkan, kpr di approve, kemaren kami akad kredit di bank
sharing aja beberapa pertimbangan dalam memilih rumah just in case diatara reader sekalian ada yang mo beli :p , yaitu :
- harga
- lokasi
- lingkungan
- luas bangunan dan tanah
- jarak dengan tempat kerja
- spesifikasi bangunan
- fasum, fasos
- developer yang bisa dipercaya
- etc kali aja ada yang mo nambahin
jujur, buat kami which is pasangan muda yang baru menikah dan punya anak [baru merintis hidup], prioritas adalah harga, dan luas bangunan/tanah. tentunya juga mempertimbangkan spek dan lingkungan dong ya. intinya kami pengen rumah yang harganya rasional, masih ada kelebihan tanah, jarak dengan kantor ga begitu jauh, ga banjir, lingkungan buat keluarga bagus sih ga masalah.
sebab dari pengalaman kami searching dan survey perumahan banyak yang ga sreg karena pertimbangan² kayak gini :
- dengan LB/LT yang sama di lokasi yang sama, harga rumah di perumahan A jauh lebih mahal dari pada perumahan B, padahal spesifikasi sama aja
- ada juga, di brosur keliatan ok banget, ternyata waktu kita survey beda banget bo’. tembok rumah sudah banyak yg retak [padahal bangunan baru beberapa bulan], kolam renang hanya buat anak kecil :p [mindset kita fasilitas kolam renang buat dewasa], dekat dengan sutet, lokasi jauh.
- harus jeli. banyak developer yang pasang harga mahal, tapi belum include surat-surat dan biaya notaris. paling nggak ini nambah 10-15 juta dari DP plus 10-15 jt buat biaya KPR
- jangan terbuai harga murah. rumah yang lokasi nya jauh aka pinggiran memang lebih murah, tapi pertimbangkan biaya transportasi nya. jatoh-jatohnya sama aja dengan harga rumah yang lebih ke pusat kota. belum lagi waktu pertemuan dengan buah hati yang lebih sedikit karena kebanyakan di jalan ![]()
puyeng kaaann.. qiqiqiqi..
kata temenku, beli rumah itu modalnya nekat, tapi nekat dengan perhitungan loh nin,, jangan asal aja.. soalnya, beli rumah sekarang atau kapan tau, mending beli sekarang karena tiap tahun harga rumah juga naik. nunggu murah yo sampek elek ga bakalan kebeli.
Ah, pokoknya ini smua buat biyu. tabungan bunda dari masih gadis tinggal seiprit gapapa, rute ayah tiap hari udah AKAP ga jadi soal, rumah ikut jawa barat kantor di banten
. secara ini jakarta, ga ada yang istilah dekat, kemana² jauh. tapi nggak berasa karena biasa kali yaa.
makasih ya Allah, mudahkan smuanya, dan smoga rumah ini barokah,, amieen,..
