30
Mar

belum tepat sebulan dari sakit yg sebelumnya, jumat minggu lalu biyu sakit lagi. kali ini flu singapore atau HFMD (Hand Foot Mouth Disease). setahun yang lalu biyu juga pernah kena virus ini, dan sekarang berulang lagi.
jumat sore sekitar jam 17.50 bunda temp suhu nya 38.7 der C, langsung kasi alphamol. biyu mulai rewel, dahinya makin panas. sempet ke mama aca tetangga sebelah yang perawat, karna bunda mulai panik kawatir kejang demam lagi. 15 menit kemudian bunda temp lagi 39.2 fer C. sama mama aca disarankan observ terus, berikan parasetamol per 4  jam jika masih demam dan perbanyak minum. tapiiiii ayah ga mau ambil resiko kejang demam lagi. akhirnya kami ke JMC dengan dr. irma. didiagnosis radang tenggorokan (kami pikir karena siang harinya biyu ngemil kripik tempe). diresepkan antibiotik, puyer yg isinya obat demam dan anti kejang diberikan selang seling dengan alphamol nya. bunda ga berikan antibiotiknya. puyer sempet 2kali karena demam nya mencapai 39 der C.

Sabtu pagi, demam mulai turun, muncul bintik2 merah di paha. biyu masih rewel dan ga mau makan. sore nya bunda telp DSA nya, dia bilang bisa aja flu singapore, untuk memastikan dibawa aja kemari. oke bunda bawa, diagnosanya bukan flu singapore, karena klo flu singapore sariawannya kurang parah dari ini, begitu katanya. bunda tanya bintik2 nya karna apa, jawab dokternya karna virus. bunda kejar virus apa, dokternya ga bisa pastikan.. :(
disarankan obat diteruskan, diresepkan sabun phisohex dan bedak salisi.
kenyataanya obat ga bunda kasih sama sekali, tetap mandi dengan sabun phisohex, klo biyu mulai rewel karena gatel nya bunda usapin bedak nya.. manjur..

minggu mulai ceria, beberapa bintik merah mulai kering beberapa mulai tumbuh.

senin, nafsu makan udah agak balik, terbukti pagi2 udah habis 2 roti :D .bintik merah banyak yg sudah kering, sudah mulai main keluar rumah.

bunda juga sempet kirim email ke milis sehat. karena sejak sabtu bunda observ gejalanya kok ga ada yang mirip dengan rubella/roseolla dan teman2nya..
alhamdulillah dapat respon dari smart parent dan dr. anto sbb :

anto
Siang bu nina, Mungkin kalau terima balesannya demamnya sudah hilang kali ya,…
Mar 28 (1 day ago)
antoLoading…
Mar 28 (1 day ago)

anto

to sehat

show details Mar 28 (1 day ago)
from anto <yuliantosk@gmail.com>
reply-to sehat@yahoogroups.com
to sehat@yahoogroups.com
date Sun, Mar 28, 2010 at 8:24 PM
subject RE: [sehat] demam 1 hari lalu bintik merah
mailing list <sehat.yahoogroups.com> Filter messages from this mailing list
mailed-by returns.groups.yahoo.com
signed-by yahoogroups.com
unsubscribe Unsubscribe from this mailing-list
hide details Mar 28 (1 day ago)
Images are not displayed.
Display images belowAlways display images from yuliantosk@gmail.com

Siang bu nina,

Mungkin kalau terima balesannya demamnya sudah hilang kali ya,

Bila anak demam, yang pertama observasi ada tanda kegawatdaruratan atau
tidak.

Bila tidak ada tanda gawat darurat, anak tidak sakit berat maka kita bisa
observasi dahulu.

Anak sakit berat atau tidak ibu bs browsing ke NICE guidelines Fever. Gawat
darurat bisa cek di www.kidshealth.org

Dalam masa observasi 72 jam tersebut, kita selain mengobservasi gejala jg
memberikan nutrisi dan cairan, penurun panas (parasetamol) bila perlu.

Demam saja merupakan penanda infeksi, diperlukan tanda-tanda lainnya untuk
menegakkan diagnosis.

Contoh pada HFMD (hand foot and mouth disease) hari pertama demam, kemudian
muncul sariawan bersama bintik dan bintil merah di telapak tangan dan kaki,
yang mungkin terlihat di hari ke dua atau ke tiga.

Gejala awal hanya demam, tidak enak menelan.

Bila ibu langsung ke dokter di hari pertama maka diagnosis bisa radang
tenggorokan, bila kemudian ke dokter lagi setelah bintik di tangan, kaki,
sariawan muncul baru diagnosis HFMD bisa ditegakkan.

Penyebab HFMD adalah virus, self limiting disease. Jadi diobservasi dan
diberikan asupan cairan dan nutrisi.

Untuk mencegah pengobatan yang tidak perlu maka diperlukan diagnosis, dan
diagnosis diperlukan observasi, dan observasi membutuhkan suatu perjalanan
penyakit yang muncul degnan berjalannya waktu.

Bila tidak ada tanda gawat darurat dan anak tidak sakit berat, dengan
menjaga asupan nutrisi dan cairan maka dapat ditunggu 72 jam observasi.

Semoga biyu sudah sembuh

-anto-

gejalanya sebagai berikut :
- demam 38 der C – 39 der C
- sepertinya pusing juga karena bbrp kali biyu bilang atitttt sambil nepuk2 kepala
- sariawan, ditandai dengan ngeces teruss
- pada hari kedua demam mulai turun, muncul bintik2 merah di tangan dan kaki (termasuk telapak tangan dan kaki), bentuknya seperti jerawat. daerah paling banyak bintik2 nya di lipatan lutut dan paha
- hari ke 3-4 bintik merah mulai kering, nafsu makan meningkat

pelajaran yang dapat diambil kali ini :
1.  harusnya kami orang tua jangan gampang panik klo anak demam, meski punya riwayat kejang demam. dan lebih aktif tanya2 ke DSA :D
demam bukan penyakit, demam adalah gejala awal. observ saja sampai 72 jam, berikan parasetamol per 4 jam, banyakin intake cairan

2. bila tidak ada tanda2 gawat darurat harusnya ga perlu ke dokter. selain menghindari trauma anak pada dokter/RS (ini udah terbukti sama biyu.. begitu masuk RS udah nangis minta pulang ), menghindari virus2 yg ada di RS terkena ke kita, juga kebanyakan dokter suka lebay dengan meresepkan antibiotik, padahal udah jelas penyakitnya disebabkan virus. :( capcay dehhh .

2. penyakit yang disebabkan virus ga butuh obat apapun, apalagi antibiotik. hanya dibutuhkan parasetamol bila perlu, pluss kekebalan tubuh yang didapat dari makan dan minum yang cukup.
antibiotik hanya untuk penyakit yang disebabkan bakteri.

3. banyakin stok sabar, sabar dan sabar.. jangan sampe telat makan agar tetap vit jagain si kecil :)

05
Mar

Hari selasa minggu lalu (23/2/10) bisa jadi hari paling syokk sedunia buat bunda.. karna pada hari itu untuk pertama kalinya *smoga yang terakhir,, amien* biyu mengalami kejang demam aka stip atau step.

awalnya selasa subuh biyu udah bangun, tumben banget subuh udah bangun,, panggil2 ayah karna dia mpup,, di cek mpup nya ternyata mencret dengan aroma yang ga biasanya. feeling ayah ini kenapa-kenapa. sepagian itu biyu mulai demam, salah bunda dan ayah adalah nggak ngecek suhunya berapa. dan udah 3 kali mpup dengan kondisi yang sama ,, cair. jam 8.30 setelah sarapan bunda kasi tempra, ga berapa lama biyu minta bubuk. bunda yang ngerasa ga biasanya mencret dan demam bersamaan ijin ga masuk hari itu, dan menemani biyu bubuk sampe jam 11 an. pas bangun rewel, suhu makin anget aja,, dan bodohnya ga ngecek suhunya berapa.. mintanya digendong ajaa.. bunda sempet kasih jeruk, susu dan air putih.. habis itu biyu minta bubuk lagi.. bunda temani dia bubuk.. belum sampe terlelap, ya Allah,, biyu kejang-kejang dan mendelik.. pokoknya matanya keliatan putihnya aja .. bunda teriak-teriak ayah.. mak suruh panggil mamanya jasmin tetanggan sebelah.. ya Allahhh,, panikkkkkkkk bangett.. biyu tetep kejang, inget kata2 nya Ibuku, mulut anak yang lagi kejang harus diganjel, bunda ganjel pake jari telunjuk dan tengah :( ( . ga berapa lama tatangga berdatangan, bawa sendok yang dibalut kain kasa dan es batu. mamanya aca (tetangga sebelah yang perawat) ngasih es batu itu ke ketiak dan kaki biyu, sambil nyuruh mak nya marut bawang merah buat dibalurin di perutnya biyu. biyu panaaas banget.. bunda syok, ga bisa bertindak apa2,, jangan bertindak, untuk tetap tenang dan berpikir aja gak bisa :(

akhirnya ga berapa lama biyu muntah, dan nangis, udah ga kejang lagi, tapi masih lunglai.. bunda agak legaa.. ya ampyunn,, ga tega ngeliat biyu lemesss kayak gitu. baju nya dicopotin, tinggal pake singlet dan celana dalam aja,, sambil dikompres campuran air dan alkohol 70% .

biyu masih rewel, tapi mau makan meski sedikit. mintanya susu dan air  mulu.. lalu dia tidur sampe 2 kali. pas biyu tidur itu bunda dan ayah terus ngecek suhunya sambil di kompres.. sampe sore suhunya ga stabil, antara 36.9 sampe 38.3 der C.

akhirnya kami memutuskan biyu dibawa ke RS aja. ke JMC dengan dr. diapari. diagnosa sementara kejang demam (KD) nya karena suhu yg tinggi dan elektrolit yang tidak seimbang akibat diare. disarankan rawat inap untuk observasi. bunda dan ayah langsung setuju, karena bunda juga ga sanggup kalo kejadian seperti siang tadi berulang lagi..

setelah itu biyu diambil darah dan dipakein infus di ICU alu ke kamar  rawat disuntik antibiotik dan anti kejang. dikasi zinkid 1/2 tablet untuk dilarutkan ke air minumnya.hasil lab nya udah keluar, sbb : lekosit 15400, natrium.. (besok diupdate, karna hasil lab nya ada di rumah), intinya diare nya biyu karena bakteri. kejang demam nya karena elektrolit nya ga balance

namanya bukan di rumah sendiri, biyu reweeeel terus, minta pulang lah, minta gendong lah, nangis lah,, teruss.. mpup nya masih cair kira-kira 4-5 kali sampe pagi. jam 3 pagi biyu bangun, udah cerewet, minta main perosotan, ayunan trus rewel nangis minta pulang.. dibujuk2 akhirnya mau tidur lagi sampe pagi.. jam 4.30 infus nya habis dan diganti dengan yang baru. bunda nanya itu isinya obat apa susternya ga jelas jawabnya. jam 7.30 dokter diapari datang, dia ngeliat biyu di depan kamar lagi nangis minta pulang akhirnya masuk ke kamar dan visit biyu. dokternya belum masuk aja biyu udah teriak-teriak ” gamauuu,,gamauuu” hahahhah.. hasil nya biyu boleh pulang karena udah ga muntah, ga kejang berulang dan ga demam.

pulang ke rumah diresepin obat sbb : zinkid 4 tablet, lacto B lebih dari 10 sachet, antibiotik FLAGYL, alphamol dan stesolid untuk kejang demam nya.

yang bunda berikan hanya lacto B dan zinkid saja. Flagyl ga diberikan karena selain obat tersebut lingkaran merah (obat keras) juga tidak jelas diarenya karena bakteri apa. tapi pas uti dan kungnya datang sempet kena AB 2X.. hehehe.. susah dehh

pas pulang dari RS, biyu malah kena batpil. bunda hanya coba berikan home treatment saja yaitu dengan uap air panas pas biyu tidur, usapin transpulmin, perbanyak cairan dan BRATY (banana, rice, apple, toast, yogurt) untuk memadatkan fesesnya.alhamdulillah nafus makan biyu ttp banyak, susu dan air putihnya juga.. anaknya juga aktif. jadi bunda udah lumayan lega

Hari senin kemaren, bunda hanya berikan lacto B nya saja..selasa sampe hari ini udah ga pake obat-obatan. bunda hanya mengandalkan : makan minum banyak dan buah pisang. alhamdulillah kemaren mpup nya biyu udah padat kayak sebelum sakit. :)

menerapkan RUD (rational using drugs) ternyata agak sulit juga. hambatan pertama, mdani ga sepenuhnya percaya info dari dokter dan para smart parents  di milis sehat. kedua, kami juga ga mau terjadi resiko sama biyu.. :) pelan2 saja kali ya sambil terus belajar..

bunda sangatt berharap,, smoga kejadian KD kemaren hanya sekali saja terjadi.. sehat selalu ya Biyu sayang,, jadilah anak sehat, smart dan soleha.. jadilan generasi yang unggul.. amien :)

Berikut bunda kopas artikel dari milis Sehat, lumayan panjang tapi sangat berguna. siapin cemilan aja ya sambil baca :)

COMMON PROBLEMS IN PEDIATRICS

*(Original article written by Dr. Purnamawati S Pujiarto, SpAK, MMPed.*

*Edited by Lulu to be used in Seminat PESAT 2)*

Beberapa negara, terutama negara maju, telah menerapkan konsep partnership
atau kemitraan antara dokter dan konsumen medis (pasien).  Kondisi ini suka
atau tidak suka masih belum membudaya di negara kita, Indonesia. Sistem yg
berlaku relatif paternalistik. Sementara itu di era komunikasi ini, konsumen
banyak sekali dibantu dengan kemudahan teknologi yg ada. Melalui internet,
konsumen medis dapat belajar lebih jauh untuk memahami masalah kesehatan.
Sehingga pasien yg aktif berpartisipasi dalam menangani masalah kesehatannya
merupakan hal penting dalam layanan kedokteran yang baik. Karenanya, istilah
*Konsumen Medis *jauh lebih tepat dibandingkan “pasien”. Konsumen terkesan
lebih aktif dibandingkan dg pasien yg terkesan pasif dan pasrah. Ingat,
sebagai konsumen medis/kesehatan, kita memiliki *hak*, *bukan hanya
kewajiban*.

*Apa hak konsumen kesehatan?* Memperoleh *informasi* yang benar dan
obyektif. Hal ini sesuai dengan tugas seorang tenaga kesehatan. Tugas dokter
bukan hanya KURATIF (mengobati kondisi sakit), melainkan juga EDUKATIF
PROMOTIF (penyuluhan kesehatan) dan upaya PREVENTIF (Pencegahan).

*Apa kewajiban konsumen?* Learn as much as possible. Salah satunya adalah
mencari informasi, mempelajari dasar-dasar kesehatan dan mempelajari segala
sesuatu perihal penyakit yang sedang dialami. Manfaatkan kemajuan teknologi
yanga ada. Cari informasi kesehatan melalui internet, tetapi selektiflah
memilih situs yang dipercaya. Be active, speak up terutama saat medical
visit. Jika perlu cari 2nd opinion.

Topik pertemuan kali ini adalah berbagai masalah kesehatan yang umum terjadi
pada anak. Selain demam, alasan terbanyak orangtua membawa anaknya ke dokter
adalah *batuk pilek, radang tenggorokan, dan diare*. *Orang tua panik*, *anak
memperoleh berbagai macam obat *yang belum tentu diperlukan, yang juga *belum
tentu tanpa efek samping*. Sedihnya lagi, tak jarang anak diberikan
antibiotik.  Padahal sebagian besar penyebabnya adalah virus, yang tidak
bisa “dilawan” oleh antibiotik.

Demam, batuk-pilek, radang tenggorokan, diare, merupakan kondisi langganan
anak-anak. Pelajarilah, agar dapat bertindak dengan tenang dan rasional,
agar tidak tergopoh-gopoh mengambil obat dan mengobati gejala-gejala
tersebut.

Semoga melalui sharing dan materi ini kita, para orang tua, akan jauh lebih
bijak dalam menyikapi masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak.

SLIDE 1. Common Problems in Pediatrics : Title

Peran seorang pasien (tepatnya konsumen medis) sangat berpengaruh dan
menentukan dalam kinerja tenaga medis. Konsumen medis yang aktif
berpartisipasi dalam menangani masalah kesehatannya, akan sangat membantu
kinerja dokter dan tenaga medis lainnya. Terutama kinerja dokter untuk tetap
berpegang pada prinsip pola pengobatan yang rasional (Rational Use of Drugs
/ RUD) .  Pola pengobatan yang rasional adalah AMAN dan COST EFFECTIVE.
Perlu kita ketahui banyak faktor yang berperan dalam pemberian obat. Paling
tidak ada 3 faktor yang dominan berperan kuat, yaitu dokter (penulis resep),
konsumen (pasien) dan industri obat.

Intinya, *konsumen (pasien) *yang tidak rasional akan mendorong iklim
layanan kesehatan yang tidak rasional pula. * *Demikian pula sebaliknya.

SLIDE 2. IRRATIONAL USE OF DRUGS (IRUD)

Pola pengobatan yang *irrational *menjadi *concern *seluruh dunia.

Minimal ada dua masalah utama perihal IRUD yaitu polifarmasi dan pemberian
antibiotik yg berlebihan/tidak pada tempatnya.

Masalah polifarmasi tanpa disadari sering terjadi, terutama saat anak sakit.

Evaluasi kembali buku kesehatan / kartu berobat putra/I bapak/ibu.

Perhatikan berapa kali dalam 1 th kita membawa anak berobat karena sakit.

Coba jawab pertanyaan berikut :

·        Berapa kali dalam kunjungan ke dokter, ibu tidak memperoleh obat ?

Tidak juga antibiotik ?

·        Apakah setiap kali berobat anak mendapatkan obat puyer ?

·        Berapa jumlah obat dalam tiap puyer ?

Umumnya para dokter mengajukan minimal 3 alasan mengapa mereka cenderung
“abusive”, yaitu :

* *

*1.      **LACK OF CONFIDENCE. *

Kebanyakan dokter sering tidak yakin atau merasa kurang PEDE untuk
menyatakan bahwa pasien tsb sakit akibat infeksi virus, yang tidak
membutuhkan antibiotik. Para dokter juga merasa “insecure” takut pasien
pindah ke dokter lain.

* *

*2.      **PATIENT PRESSURE. *

Tidak sedikit pasien, tanpa disadari, memilih bersikap pasif dan menganggap
dokter tahu yg terbaik. Sehingga obat yang diberikan dokter pasti yang
terbaik. Padahal dokter dapat bisa saja salah memberikan obat.

Pasien yang irasional, sering menuntut dokter untuk memberikan antibiotik ,
karena menganggap antibiotik merupakan “obat dewa” yang bisa menyembuhkan
segala kondisi. Pasien irrasional sering “menuntut” dokter sebagai “tukang
sihir”, yang dapat memberikan obat yang cespleng.

DOCTOR is a kind of MAGICIAN sehingga setiap kita ke dokter kita selalu
berharap segera sembuh. Hal ini juga menimbulkan beban tersendiri bagi para
dokter.

*3.  COMPANY PRESSURE. *

Dalam *Doctor-patient partnership*, dokter sangat bergantung/membutuhkan
pasien sebagaimana pasien bergantung / membutuhkan dokter.  Tindakan pasien
akan sangat mempengaruhi tindakan sang dokter. Pasien yang irrasional akan
mendorong dokter menjadi irrasional. Intinya adalah tanggung jawab atau
kewajiban menyehatkan anak bukan hanya di bahu seorang dokter, tetapi juga
orangtua sbg konsumen medis.

*SLIDE 3. IMMUNE SYSTEM *

Sejak lahir Tuhan telah melengkapi kita dengan sistem imun (daya tahan
tubuh) yang sempurna & canggih. Diantaranya ASI.

Secara garis besar, sistem imun terdiri atas 2 bagian, yaitu :

1.      Bagian yang langsung “membunuh” kuman/virus/parasit, dll yang
menyerang tubuh kita dan membuat tameng / proteksi untuk “serangan” serupa.

Sistem imun yang bertugas langsung membasmi “musuh” tsb adalah Sel Darah
Putih atau LEUKOSIT. Leukosit juga membentuk antibodi, suatu zat untuk
menetralisir “musuh” bila suatu saat kita kembali terserang oleh infeksi
yang sama.

2.      Bagian atau sel-sel yang bertugas membantu sel leukosit sehingga

leukosit jauh lebih efektif “serangan”nya.

*SLIDE 4. BACTERIA & VIRUS*

Kedua makhluk tersebut amat dangat kecil tetapi memiliki canggih & lihai
agar dapat lolos dari serangan sistem imun tubuh kita.

·        Bakteri.

Bakteri ada dimana-mana, di alam, dan di sekitar kita. Bahkan tubuh kita
dipenuhi oleh bakteri. Bahkan ASI mengandung bakteri.

Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas bakteri TIDAK JAHAT, bahkan
menguntungkan. Kita justru membutuhkan bakteri tsb di dalam usus seperti
untuk :

a) Mencernakan makanan menjadi zat-zat bergizi

b) Mengolah makanan menjadi vitamin B & K

c) Melindungi kita agar tidak terinfeksi oleh kuman yang jahat.

d) Membantu pencernaan agar kita tidak sembelit

Berdasarkan sifat kimiawinya, bakteri dibagi dua yaitu bakteri Gram Positif
dan bakteri Gram negatif.

*1. Bakteri Gram positif *

a.  umumnya lebih mudah di”lawan” dibandingkan bakteri Gram negatif.

b. dapat diatasi oleh antibiotik yang ringan (narrow spectrum antibiotik)

c. umumnya menyebabkan Infeksi di bagian atas diafragma

*2. Bakteri Gram negatif *

a. menyebabkan infeksi di bagian bawah diafragma

Broad spectrum antibiotics adalah antibiotik yang menyerang kedua kelompok
bakteri di atas

INGAT :

- Pemberian antibiotik yang terlalu sering dan terlalu lama akan mematikan
kuman yang baik.  Hal ini akan menganggu pencernaan misalnya diare akibat
munculnya banyak jamur,  kekurangan vitamin B & K.

- Semakin sering kita  memakan antibiotik, semakin sering kita jatuh sakit.

·        Virus.

Virus jauh lebih kecil daripada bakteri. Virus tidak dapat dibunuh oleh
obat, antibiotik sama sekali tidak bekerja terhadap virus. Virus hanya bisa
dibasmi oleh sistem imun atau daya tahan tubuh kita.

*SLIDE 5. RADANG / INFLAMMATION – ITIS*

Kita sering menyalahartikan istilah radang sebagai suatu keadaan akibat
infeksi kuman.

Radang atau inflamasi artinya MERAH, BENGKAK, dan SAKIT. Radang tenggorokan,
artinya tenggorokannya merah, sakit, dan mungkin agak membengkak
(amandelnya).

v     *Radang karena INFEKSI.*

Radang akibat infeksi dapat dibagi2, yaitu :

1.       Radang karena kuman

2.       Radang karena virus.

85% radang tenggorokan pada bayi/anak disebabkan oleh infeksi VIRUS  -
sehingga tidak perlu antibiotik.

v     *Radang BUKAN INFEKSI.*

Biasanya disebabkan oleh kondisi seperti ALERGI, TRAUMA, AUTOIMMUN,
TEETHING, dll. Kesemuanya, sekali lagi, tidak dapat diobati dengan
antibiotik. Upaya terbaik mengatasi alergi adalah *avoidance *- mengurangi
kemungkinan exposure hal2 yang bisa menimbulkan alergi (debu, karpet,
binatang berbulu, mainan berbulu, AC, makanan tertentu dengan pewarna,
pengawet, perasa sintetik, permen, sea food, dll).

v     Demikian halnya dengan DEMAM.

Demam dapat disebabkan oleh infeksi dan juga bukan karena infeksi.

Sekali lagi, penyebab demam terbanyak pada anak adalah infeksi virus. Demam
itu sendiri merupakan salah senjata tubuh untuk melawan infeksi. Dengan
perkataan lain, kalau ada infeksi, tubuh kita memproduksi panas sebagai
bagian dari sistem imun untuk melawan infeksinya. Tetapi demam juga bisa
dikarenakan hal lain yg tidak ada hubungannya dg infeksi.

*SLIDE 6. FEVER*

Demam adalah alasan terbanyak orangtua membawa anaknya ke dokter. Apalagi
jika orangtua tidak memiliki ilmu yang cukup mengenai demam, penyebab demam
& tatacara merawat anak demam.

Bahayakah demam itu ? Burukkah demam itu ?

Tidak ada sesuatu yang 100% buruk atau 100% baik. Demikian juga dengan
demam. Tuhan pasti memiliki maksud dibalik fenomena demam.

*There is something for many reasons*.

Tubuh kita diciptakan oleh Tuhan dengan dilengkapi mekanisme pengaturan yang
canggih, termasuk mekanisme pengaturan suhu.

Di otak kita terdapat termostat bernama hipotalamus yang mengatur mekanisme
ini. Tepatnya terdapat pusat pengaturan suhu disebut juga SET POINT.
Pengatur suhu tubuh ini akan memastikan tubuh kita senantiasa pada suhu
konstan (sekitar 37C) .

Demam adalah kondisi dimana otak (melalui Set Point) memasag suhu diatas
setting normal yaitu > 38C. Namun demikian demam yang sesungguhnya adalah
bila suhu >38.5C. Akibat kenaikan setting suhu tubuh tsb, maka tubuh akan
memproduksi panas melalui tahapan : menggigil hingga mencapai suhu
puncak àsuhu demam stabil
à suhu mulai turun.

Bagaimana dan mengapa timbul demam ?

Peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh beredarnya molekul kecil dalam
tubuh, yaitu PIROGEN – suatu zat pencetus panas.
Apa yang menyebabkan terjadinya peningkatan pirogen ?

Penyebabnya antara lain : infeksi, radang, keganasan, alergi. Teething, dll.
Pada saat terserang infeksi, sistem imun tubuh kita akan membasmi infeksi
tsb dengan serangan leukosit (sel darah putih).

Agar tugas leukosit tsb efektif dan tepat sasaran, dibutuhkan dukungan
banyak pihak termasuk pirogen, yang ebrtugas :

1.      Mengerahkan sel darah putih (leukosit)

2.      Menimbulkan demam yang akan membunuh virus. Karena virus tidak dapat
hidup di suhu tinggi. Sementara itu virus akan tumbuh subut di suhu rendah.

Perhatikan hal berikut :

1.      Selama infeksi masih berlangsung, memang harus ada demam.

2.      Demam merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh untuk membasmi
infeksi.

3.      Prinsip utama adalah cari penyebab timbulnya demam. Dengan
mengetahui sumber masalahnya, maka kita dapat bertindak secara rasional. Pada
anak penyebab utamanya adalah infeksi virus.

4.      Beri minum lebih banyak dari biasanya.  Waspadai kemungkinan
terjadinya komplikasi dehidrasi.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasi tatacara penanganan
demam.  Berikut kondisi kapan orang tua harus menghubungi dokter :

v     Bila bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh *>* 38C

v     Bila bayi berusia 3 – 6 bulan dengan suhu tubuh *>* 38.3C

v     Bayi dan anak berusia > 6 bulan, dengan suhu tubuh *>* 40C

Konsultasikan juga dengan dokter jika terdapat kondisi berikut :

v     Sama sekali tidak mau minum atau sudah dehidrasi; Gelisah, muntah,
diare

v     Iritabel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan

v     Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)

v     Kejang; Kaku kuduk leher; Sakit kepala hebat

v     Sesak napas

v     Gelisah, muntah, daire

*SLIDE 7. TREATING FEVER*

Point-point utama yang harus diperhatikan selama merawat anak demam adalah :

1.      Mencari penyebab demam dan memperhatikan pola perilaku anak.

Amati tingkah laku anak. Jika perilaku anak hampir sama seperti biasanya,
maka kita tidak perlu khawatir. Karena pada dasarnya demam itu bukan hal
yang membahayakan.

2.      Cegah dehidrasi.

Demam akan meningkatkan penguapan cairan tubuh. Karenanya bayi dan anak
beresiko mengalami dehidrasi. Berikan cairan lebih banyak. Berikan air, air
sup, jus buah segar yang dicampur air, es batu, es krim.

Bila muntah atau diare, berikan minuman elektrolit : pedialyte, oralit.

3.      Ruangan dijaga agar tidak panas, pasang kipas angin. Anak memakai
baju yang tipis.

4.      Kompres air hangat atau berendam di ari hangat.

5.      Biarkan anak memakan apa yang diinginkan. Jangan dipaksa. Hindarkan
makanan berlemak, karena sulit dicerna oleh tubuh.

6.      Meskipun anak dianjurkan untuk tidak masuk sekolah, bukan berarti ia
harus berada di tempat tidur seharian.

7.      Pemberian obat penurun panas mengikuti aturan berikut :

<102F (<38.3C)        : Tidak perlu obat penurun panas, ekstra cairan

(minum banyak)

>102F (38.3C), uncomfortable        : Beri obat penurun panas, kompres

hangat

>104 (>40C)  : Beri obat penurun panas, kompres hangat, hubungi dokter.

*Ingat: DO NOT TREAT LOW GRADE FEVER (< 38.3C)*

*SLIDE 8. COLDS AND FLU *

Penyebabnya infeksi virus. Umumnya berlangsung selama 5 hari (3 – 14 hari
rentangnya) tergantung daya tahan tubuh dan tergantung ada tidaknya
penderita flu di rumah atau di sekolah. Jika bai dan anak memiliki saudara
kandung yang lebih besar dan sudah bersekolah, maka ia sangat potensial
sering mengalami colds & flu.

Tidak ada obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh anak
terhadap infeksi virus flu akan meningkat sejalan dengan waktu

*Tatalaksana:*

v     Yang paling dibutuhkan adalah cairan, sering minum meski sedikit2.

v     Supaya ”ingus” tidak kental dan menyumbat jalan nafas, berikan *air
garam steril* *sebagai tetes hidung*. Air garam steril ini tidak akan
menimbulkan efek samping. Menghirup uap air panas juga banyak membantu saat
mengalami colds & flu.

v     Apabila pada malam hari tiak dapat tidur karena hidung tersumbat, beri
tetes hidung untuk menghilangkan pembengkakan di dalam hidung (Breathy).

v     Humid environment, jangan kering seperti dalam ruangan berAC. Kalau
perlu, taruh satu ember berisi air mendidih setelah anak tidur.

v     Paracetamol – bila bayi/anak uncomfortable atau high fever (>38.5)

v     Di lain pihak, kita sering mengacaukan alergi dengan flu. Pada alergi
yg mengenai hidung, anak juga akan ”meler” tetapi anak tidak demam, tetap
aktif bermain. Bukan berarti juga anak menderita infeksi virus flu.

*Pencegahan: *

v     Sering cuci tangan

v     Hindari kontak erat dengan penderita flu

v     Jaga kebersihan rumah seperti di kamar mandi, dapur, dsb.

Kapan menghubungi dokter?

v     Persistent cough, fever > 72 hours

v     Sesak nafas, kuku dan bibir tampak biru

v     Luar biasa rewel, atau luar biasa mengantuk (sangat sulit dibangunkan)

*Ingat: Tidak ada obat pilek yang efektif untuk bayi dan anak.*

* *

*SLIDE 9. SORE THROAT / PHARYNGITIS (Radang tenggorokan & infeksi amandel)*

v     Umumnya disebabkan oleh infeksi virus. ARTINYA: *akan sembuh sendiri –
self limiting; dan samasekali tidak memerlukan antibiotik.*

v     Hanya sekitar 15% saja yg infeksinya disebabkan oleh kuman
Streptococcus dan umumnya menyerang anak usia 4 – 7 tahun. Dengan catatan,
diagnosisnya harus berdasarkan biakan usap tenggorokan.

Tatalaksana

1. Banyak minum; minuman yg hangat akan memberikan rasa nyaman di
tenggorokan.
2. Untuk anak yg lebih besar, bisa diajarkan untuk kumur2 atau mengisap
lozenges.
3. Kalau panas atau kesakitan, berikan paracetamol (seperti panadol atau
tempra).
4. Kalau hidung tersumbat, dapat diberikan tetes hidung NaCl dan
menghirup uap panas. Kalau anak sangat terganggu, dapat diberikan Nasal
decongestant.

*SLIDE 10. COUGHS*

Jika kita membaca literaratur kedokteran, sering diungkapkan bahwa *batuk
merupakan suatu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu
saluran nafas kita, seperti dahak, riak, benda asing (kacang, dsb).*  Batuk
sebagai anugerah terindah dari Tuhan sering disikapi dengan tidak bijak oleh
mereka yang tidak memahaminya.

Andaikan kita perhatikan sejenak para pada penderita stroke misalnya. Karena
adanya gangguan dalam otak, refleks batuknya terganggu. Akibatnya dahak
menumpuk di paru2 dan ybs umumnya mengalami pneumonia. Hingga berefek fatal
kematian pada penderita tsb.

*Batuk bukanlah momok. *Melalui batuk, kita tetap dapat bernafas, karena
lendir yang mengganggu saluran nafas akan dikeluarkan saat batuk. Dengan
batuk, kita terhindari dari bahaya tersedak benda asing yang masuk ke
saluran nafas kita.

Yang terpenting yang harus kita lakukan adalah mencari tahu apa penyebab
batuk.  Infeksi kah atau bukan infeksi.

Pada anak, batuk umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau oleh alergi.

Batuk akibat infeksi virus flu misalnya bisa berlangsung sd 2 minggu. Bahkan
lebih lama lagi bila anak kita sensitif atau alergi, atau bila di rumah ada
anak lain yang lebih besar yang juga sedang sakit. Batuk karena alergi juga
bisa berlangsung lama atau hilang timbul selama pencetus alerginya tidak
diatasi.  Alergi yang dimaksud bisa dalam bentuk alergi hidung (Allergic
rhinitis), asma, alergi suatu zat dari lingkungan. Penyebab lainnya adalah
sinusitis, reflux, pneumonia.

*Tatalaksana :*

M *Cari PENYEBAB batuk.*

Jika batuk disebabkan oleh produksi dahak yang berlebihan, maka upaya yang
perlu dilakukan adalah mengurangi produksi lendir. Melalui cara :

v     Minum banyak yang hangat misalnya lemon

v     Jangan ada asap rokok

v     Rangan jangan kering (Moist air – kamar mandi – buka keran air panas
biarkan beberapa lama sehingga ruangan, atau taruh satu ember air panas
mendidih, atau pasang humidifier)

v     Agar anak lebih nyaman, tidurkan dengan bantal agak tinggi

v     *NO – ANTIBIOTICS. Ingat !  Kebanyakan batuk tidak memerlukan
antibiotik*

v     *NO cough suppressant*.  Jangan mengkonsumsi obat penekan refleks
batuk (seperti DMP). Anehnya, anak kita sering mendapatkan obat racikan /
puyer yang salah satu kandungannya codein (sejenis narkotika) yang tidak
diketahui manfaatnya.

*Pada dasarnya, TIDAK ADA yang namanya obat batuk itu. *

*Juga tidak ada obat pencair dahak. Cari pencetusnya !*

*SLIDE 11. BRONCHITIS (INFEKSI SALURAN NAFAS)*

Penyebab banyak, tetapi yang tersering adalah *alergi* (Allergic rhinitis,
asthma, environmental exposures). Bisa juga karena sinusitis, refluks,
reaksi obat, kelainan bawaan saluran napas, tersedak “benda asing”,
pneumonia (virus, jamur). Mohon diingat – pneumonia belum tentu karena
infeksi bakteri. Jadi  - belum tentu perlu antibiotik. Biasanya ditandai
dengan batuk lama.

*Tatalaksana :*

* *

v     Mencari penyebab. Bila karena alergi – modifikasi lingkungan sekitar
untuk mengurangi eksposur pada anak

v     Humidifikasi

v     Ekstra cairan, dll

Jika anak kita dinyatakan menderita bronkitis, maka kita harus segera
berpikir bahwa -itis di sini artinya radang – inflamasi. Penyebabnya belum
tentu infeksi bakteri – mayoritas bronkitis pada anak tidak perlu
antibiotik.

*SLIDE 12. EAR INFECTION*

Penyebab :

v     Umumnya karena infeksi virus

v     Pasca infeksi hidung atau radang tenggorokan seperti cold / flu

v     Tooth problem

Gejala:

v     Sakit telinga (biasanya 1 sisi), demam, pilek dengan hidung buntu,
rewel, telinga di-tarik2, nafsu makan menurun

v     Kadang2 tampak cairan kuning keluar dari telinga, kadang2 juga anak
mengalami sedikit gangguan pendengaran

v     Rata-rata setiap anak mengalami infeksi minimal 1 x sebelum usia 5
tahun.

Tatalaksana :

v     Penghilang rasa sakit

v     Posisi tegak/upright position,

v     Jangan ada yang merokok

v     Jangan minum susu dari dot-botol sambil tiduran

v     Air hangat di botol, bungkus kain perca, taruh di atas telinga

v     Kalau perlu minum obat decongestant (mengurangi hidung buntu)

Pencegahan: berikan ASI selama mungkin

Hubungi DOKTER / penggunaan ANTIBIOTIK :

v     Bila berkepanjangan, lebih dari 2 minggu atau

v     Bila infeksi berat dan anak kesakitan hebat

*SLIDE 13. DIARRHEA – VOMITING *

Hampir serupa dengan batuk, diare & muntah adalah anugerah terindah yang
Tuhan berikan pada manusia.  Diare & muntah adalah mekanisme alami tubuh
untuk mengeluarkan racun, virus/kuman yang masuk ke dalam tubuh. Diare &
muntah itu ibarat alarm tubuh untuk memberitahukan bahwa ada sesuatu yg
tidak beres dalam tubuh kita.

Yang perlu dilakukan adalah *mencari PENYEBAB nya*.

Tidak perlu diberikan obat anti muntah atau obat untuk “mampet”kan diarenya.
Obat-obat tsb memang akan mengurangi/menghentikan diare/muntah, tetapi tidak
mengobati penyakitnya.

Perbaikan tersebut bersifat “semu”. Ibarat bom waktu. Kita terkecoh seolah
anak membaik, padahal penyakitnya masih terus berlangsung.  Selain itu,
obat2 tersebut juga bukan tanpa risiko / efek samping.

*PENYEBAB: *

v     *>80% penyebabnya pada anak, terutama bayi, adalah virus. Dikenal juga
dengan ROTAVIRUS.*

v     Food poisoning

v     Alergi makanan,

v     *Pemakaian antibiotik.*

*TATALAKSANA – CEGAH DEHIDRASI – Minum banyak*

v     ASI diteruskan, campur dg Oral rehydration Solution (ORS) seperti
pedialit atau oralit.

v     Perbanyak minum.

v     Bila diare hebat, fokus pada upaya rehidrasi (menjaga agar tidak
dehidrasi).  Kalau perlu, untuk sementara waktu tidak perlu makan sampai
dehidrasi teratasi

*Kapan menghubungi dokter?*

v     Ada darah di tinja atau tinja berwarna hitam

v     Tanda-tanda dehidrasi berat : tidak buang air kecil > 8 jam, bibir
kering, air mata kering ketika menangis, skin turgor menurun (jika tangan
dicubit, tidak akan kembali seperti semula), mata cekung, abdomen (sekitar
perut) cekung, fontanelle (ubun-ubun) pada bayi cekung.

v     Luar biasa mengantuk, sulit dibangunkan

v     Luar biasa lemas, layu

*PRINSIP: *

v     Umumnya tidak perlu diberi antibiotik, antibiotik hanya bila tinja
berdarah (butuh evidence/lab). Pada banyak kasus, antibiotik justru akan
memperparah diarenya. Belum lagi pemakaian antibiotik tidak pada tempatnya
akan menyebabkan infeksi tambahan oleh jamur/fungus/candida

v     Jangan minum obat untuk menghentikan diare seperti primperan,
motilium, juga tidak perlu minum Kaopectate, smecta, ensim, dsb.

v     Pada diare biasa, tidak perlu mengganti susu formula.

*- INGAT – Jangan memberikan obat anti muntah!!!!*

*SLIDE 14. KONSTIPASI*

*PENYEBAB: *

Penyebab utama biasanya pola perilaku, khususnya pola konsumsi makanan yang
low-fiber, high-fat & high-sugar.

Pola makan kita dulu sarat dengan sayur dan buah (serat), sekarang beralih
ke fast food yang bukan hanya rendah serat, tetapi juga tinggi garam dan
lemak. Penyebab lainnya adalah:

v     Kurang minum

v     Ignoring the urge (anak mengacuhkan rasa ingin buang air besar dan
justru menahannya)

v     Kurang gerak/olah raga, banyak duduk

v     Penyakit: Hypothyroidism (kelenjar gondok kurang berfungsi, jarang,
ada gejala lain sejak bayi seperti retardasi mental), retardasi mental

*GEJALA:*

v     Sakit perut, melilit, mules, kembung

v     Nafsu makan menurun

v     Rewel

v     Celana dalam ada berkas tinja (Soiled underwear)

v     Tinja keras, tinja ada goresan/bercak darah (Large/blood streaked
stools)

v     Sering buang air kecil

*TATALAKSANA :*

v     Minum banyak

v     Pola makan yang kaya serat

v     Lebih memperhatikan bowel’s habit dari anak.

v     Melatih anak akan kebersihan.

v     Berbicara & diskusi dengan anak.

Hubungi dokter jika terjadi hal berikut :

·        Tidak BAB > 10 hari

·        Sering / rutin mengalami konstipasi sejak lahir.

·        Aktivitas sehari-hari menurun.

·        Terdapat anal tears atau hemorrhoids

·        Sulit mengejan saat BAB

·        Ada darah di tinja

*SLIDE 15. TYPHOID *

Sebenarnya, tifus tdk tergolong kondisi yang sering terjadi pada anak. Namun
demikian, kondisi ini sering sekali didiagnosis (“gejala tifus”/verdacht
typhus”).  Padahal seharusnya untuk mendiagnosa suatu penyakit harus jelas
dan tegas : TIFUS atau BUKAN.

Bagaimana dan kapan kita menegakkan diagnosis tifus?

v     Curigai bila ANAK demam > 7 hari.  Mengapa anak, bukan bayi ? Karena
tifus ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar. Sementara bayi
masih mengkonsumsi ASI, susu formula, makanan rumah.

v     Diagnosis: pemeriksaan laboratorium biakan empedu (GAL CULTURE) bukan
pemeriksaan widal. Di negara endemis seperti Indonesia, pemeriksaan widal
hampir pasti akan positif tetapi tidak otomatis menyatakan yang bersangkutan
sedang menderita infeksi tifus.

v

v     Be critical !

*TBC*

Kondisi serupa yang juga sering salah diagnosa adalah TBC. Angka kejadian
infeksi TBC di Indonesia memang tinggi, tetapi itu bukan berarti –
sedikit-sedikit TBC. Anak yang kurus, yang kurang nafsu makan, anak yang
batuk-batuk, sering dicap “ada vlek” di paru2nya. Padahal mendiagnosis TB
tidak sesederhana ini.

Di lain pihak, kalau memang anak kita TBC, perlu diterapi dengan benar agar
kuman TBC benar-benar bisa dieradikasi dari tubuh kita. Yang sering terjadi:

v     Anak mendapat obat TBC tanpa dasar diagnosis yang jelas.

v     Obat TBC tersebut tidak diberikan dengan benar (jenis obat, jumlah
obat, dosis, lama pemberian).

*Selalu mencari second opinion ! *Karena mendiagnosis TBC tidak mudah. Dan
sekali anak didiagnosis TBC – konsekuensinya banyak – harus mengkonsumsi
obat-obatan untuk jangka waktu panjang.  Padahal obat-obatan tersebut sangat
berat`- berpotensi menimbulkan gangguan hati.

Again, be critical !

*SLIDE 16.  HOSPITALIZATION *

Indikasi rawat inap harus kuat, seperti :

v     Kehilangan kesadaran

v     Kejang berulang

v     Sesak napas

v     Dehidrasi berat

v     Membutuhkan obat yang harus diberikan ke pembuluh darah (IV
medication)

Bagi anak, rawat inap di RS bukan hanya menyebabkan trauma kejiwaan, tetapi
juga menghadapkan anak kepada risiko tertular INFEKSI NOSOKOMIAL. Yaitu
infeksi akibat kuman rumah sakit, dari pasien lain.  Sementara itu kuman di
RS jauh lebih “GANAS” dibandingkan kuman di rumah.  Mengapa?  Coba cermati
kalimat-kaliamt berikut.

Di RS, kita terlalu banyak mempergunakan antibiotik dan umumnya yang
dipergunakan adalah antibiotik yang “kuat”. Dengan demikian, kuman di rumah
sakit banyak yang sudah resisten (kebal) terhadap berbagai macam antibiotik
(superbugs). Kuman di rumah jauh lebih “jinak”. Perawatan di RS dapat
memperbesar potensi terkena infeksi tambahan (nokosomial) ini.

Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita harus memahami betul kondisi
emergency (kapan anak harus dirawat di RS). Sehingga kondisi-kondisi yang
tidak memerlukan perawatan RS, maka anak tidak perlu dirawat di RS.

*SLIDE 17.  THE LIVER AND THE DRUGS*

Apa yang terjadi dengan obat yang kita konsumsi? Obat harus menjalani
serangkaian proses metabolisme di hati. Prosesnya dua tahap. Di antara kedua
tahapan tersebut, dihasilkan suatu zat antara yang bersifat toksik
(beracun). Hal inilah yang   dapat menyebabkan timbulnya kemungkinan
kerusakan hati akibat obat.

*Makin banyak obat, makin besar kemungkinan efek sampingnya (termasuk
kerusakan hati). *

* *

*Sebagai contoh adalah gabungan beberapa obat dalam satu puyer. Ibu umumnya
tidak menyadari bahwa puyer tersebut terdiri dari beberapa obat. Tidak
tertutup kemungkinan obat-obat tersebut saling berinteraksi. *

Pertanyaan yang seharusnya selalu ada di benak kita sebelum mengkonsumsi
obat atau menerima resep obat adalah :

v     Apakah anak kita benar-benar membutuhkan obat ?

v     Apakah memang benar anak kita membutuhkan sekian banyak obat dan bukan
hanya 1 atau 2 obat saja ? Ada baiknya kita mencari second opinion atau
mencari informasi tentang penyakit & obat-obat tsb. Manfaatkan teknologi
terkini yaitu internet untuk mencari informasi.

*Siapa yang potensial terkena efek samping obat? *

v     Mereka yang berusia sangat muda

v     Mereka yang lanjut usia

*Sekarang mari kita evaluasi kembali kartu berobat anak kita. Coba
perhatikan & hitung berapa banyak obat dalam setiap puyer / racikan.*

Bagaimana mengurangi risiko terkena efek samping obat?

1. Pada dasarnya, obat itu ”racun” sehingga potensial menimbulkan efek
samping.  Konsumsi obat hanya bilamana benar-benar diperlukan. Hindari
polypharmacy.

1. Antibiotik bukan obat “ dewa “yang dapat menyembuhkan semua penyakit,
atau menyembuhkan semua gejala (mulai dari demam, diare, batuk, pilek,
radang tenggorokan, alergi, dll)

*SLIDE 18.  WHAT ARE ANTIBIOTICS *

Antibiotik adalah obat untuk membunuh infeksi bakteri. ANTIBIOTIK TIDAK
DAPAT MEMATIKAN VIRUS.

*After their discovery in the early 20th century, they transformed medical
care and dramatically reduced illness and death infectius diseases. Indeed,
antibiotics are among the most powerful and important medicines known
because when they are used properly, they can save lives.*

Antibiotics = Against Life. Artinya antibiotik adalah suatu zat yang
sifatnya mematikan kehidupan dalam hal ini, mematikan kuman.

Berdasarkan konsep “against life” tsb, beberapa ahli menyatakan bahwa
penggunaan antibiotik dapat dikatakan sebagai penggunaan PESTISIDA bagi
manusia (pesticide used on people).

*APA BAHAYA PEMBERIAN ANTIBIOTIK YANG MEMBABI BUTA?*

Setelah pemakaian antibiotik selama beberapa dekade, ternyata
bermunculan *banyak
bakteri yang resisten (kebal)* terhadap antibiotik. Hal ini membuktikan
bahwa *pemakaian antibiotik yang tidak rasional/membabi buta, justru akan
merugikan pasien dan khalayak luas*. Antibiotik merupakan satu2nya obat yang
memiliki dampak sosial yang besar.

Contoh. Anak X sering memakan antibiotik setiap kali demam atau pilek.batuk,
diare. Cepat atau lambat, kuman-kuman di sekitar X menjadi kebal terhadap
berbagai antibiotik.  Bila kuman yang resisten terhadap antibiotik tersebut
menyerang anak Y, maka anak Y otomatis juga tiurut dirugikan, bukan hanya
anak X.

Antibiotic resistance dapat membahayakan jiwa dan memperberat kondisi dan
penderitaan si pasien yang mungkin infeksinya sebenarnya tidak berat tetapi
kumannya tidak dapat dibunuh oleh berbagai antibiotik (padahal sebelumnya,
infeksi kuman ni dengan mudah dapat diatasi). Kuman yang kebal terhadap
antibiotik ini –berkembang biak dengan cepat, menyerang anggota keluarga
lainnya, tetangga, teman sekolah, teman kerja – mengancam seluruh komunitas.
Lingkungan terancam infeksi oleh kuman jenis baru, yang sudah berubah
bentuk, yang lebih ganas, kuman yang sulit dibunuh oleh antibiotik.

*SLIDE 19.  THE TROUBLE WITH ANTIBIOTICS*

v     Pemberian antibiotik yang berlebihan menyebabkan kuman yang tidak
terbunuh mengubah diri (mutasi) menjadi kuman yang tidak mempan dilawan
dengan antibiotik. Kuman itu disebut juga “superbugs”. Superbugs ini juga
dapat lolos dari serangan sistem imu tubuh kita, karena perubahan
dirinya. Sistem
imun tubuh kita tidak mengenalinya.

v     Superbugs ini memerlukan antibiotik yang jauh lebih kuat, pasien harus
dirawat di rumah sakit karena antibiotik harus diberikan melalui selang
infus. Antibiotik super kuat ini berisiko menimbulkan efek samping yang
lebih berat. Selain itu dalam waktu cepat, bakteri tsb juga menjadi kebal
terhadap antibiotik yang super kuat. Pada kondisi ini, tenaga medis / dokter
seperti berlari di treadmill, terus mengejar, mencari antibiotik yang lebih
kuat dan lebih baru.

v     Dampak negatif kedua dari pemberian antibiotik yang berlebihan dan
tidak bijak adalah terbunuhnya “kuman baik” di dalam tubuh kita. Tempat yang
semula dipakai oleh kuman2 ini menjadi vakum dan kekosongan ini diisi oleh
kuman  “jahat” atau jamur. Kondisi infeksi ini disebut sebagai
“superinfection”.

v     Semakin lama/sering makan antibiotik semakin besar risiko terbentuknya
superbugs, dan superinfection. Akibatnya *semakin sering kita mengkonsumsi
antibiotik**, SEMAKIN SERING KITA SAKIT.*

Antibiotik adalah sumber alam,  karunia Tuhan yang harus dipergunakan secara
bijaksana. Antibiotik menyelamatkan kita, kita harus “menyelamatkan” mereka.

*SLIDE 20.  APPROPRIATE ANTIBIOTIC USE *

Penelitian membuktikan setiap harinya, telah diresepkan jutaan antibiotik
bagi pasien infeksi virus.  Suatu kekeliruan yang sangat besar. Beberapa
alasannya:

v     Pasien  meminta obat yang cespleng – apa saja – termasuk antibiotik
kalau perlu antibiotik yang superkuat

v     Bagi dokter, jauh lebih mudah menulis resep dibandingkan harus
bersusah payah memberi penjelasan, menenangkan orang tua.

Pada tabel tertera beberapa kondisi yang umumnya disebabkan infeksi virus
dan tidak memerlukan antibiotik.

*ILLNESS*

*ANTIBIOTICS ?*

Cold – Flu

No

Runny nose – green yellow

No

Sore throat *

No

Sinusitis*

No, some yes

Bronchitis*

No

Fluid in the middle ear

No

*SLIDE 21.  HOW TO BE A GOOD HEALTH CONSUMER*

Selalu pertanyakan: Does MY child really need the drug?

Hal lain yang selanjutnya perlu dilakukan adalah:

v     *Hitung jumlah obat yang diberikan kepada anak.*

Bila dalam bentuk puyer, hitung jumlah baris dipuyer – yang mencerminkan
jumlah obat (bila bingung, tanya ke ahli farmasinya)

v     *Selalu membuat foto kopi resep dan diarsip dengan baik.*

v     *Konsultasi ahli farmasi.* Tanyakan obat apa saja (minta agar ditulis
nama obat satu persatu), apa mekanisme kerja obat2 tersebut, apakah ada
antibiotik, berapa antibiotik yang diberikan, bagaimana interaksi obat
sebanyak itu.

v     *Beritahu dokter bila anak anda sedang mengkonsumsi produk herbal,
suplemen, obat tradisional.* Obat-obataan tsb mungkin saja berinteraksi
dengan zat2 tambahan tersebut.

Intinya:

*1.   Hindarkan polifarmasi – mengkonsumsi obat sesedikit mungkin. *

*2.  Antibiotik bukan “magic saver. **Hanya keadaan tertentu saja yg
memerlukan antibiotik. Dan Mayoritas penyakit pada anak – disebabkan oleh
infeksi virus, yg samasekali tdk membutuhkan antibiotik.*

07
May

pagi ini setahun yang lalu,
bunda masih merasa amazing dengan keajaiban yang baru bunda alami, masih merasa sakit di sana sini, sesekali terdengar tangisanmu karena pengen deket bunda..
sedangkan ayah sedang otw menyambutmu nak.

setelah itu hari-hari kami lebih hidup dengan tangis, tawa dan smua tingkah lakumu yang lucu. semakin hari semakin pinter. menyusui, memerah asi dan bangun malam sudah jadi rutinitas. bunda juga harus pinter dan kreatif mengatur menu makanmu tiap hari. perjuangan Bunda banget banget B, untuk bisa menyusuimu. belajar latch on, tentang asi, asip, mpasi sampai sekarang.
alhamdulillah smua lancar. kamu jadi anak yang sehat, pinter dan lincah, lebih tepatnya ga bisa diem.. :D

maafkan bunda kalo bunda kurang sabar, sering ngomel waktu malam-malam kamu pengen manja ke bunda.

bunda seneng bangetttt saat kamu nempeelll bunda, cium cium bunda, manja sama bunda, jilat-jilat bunda, peluk peluk bunda.. bunda merasa penting buatmu.
bahagia banget B melihat senyum cantikmu pagi hari saat bangun tidur.
perasaan yang ga pernah bunda rasakan sebelumnya

selamat ulang tahun sayang,
smoga Beauty jadi anak yang sehat, saleha dan pinter.
bertaqwa pada Penciptamu, berbakti ke ayah & bunda, menjadi teladan umat dan smoga selalu diberi limpahan rejeki dan barokahNya, amien,,

bunda ayah love u B,