belum tepat sebulan dari sakit yg sebelumnya, jumat minggu lalu biyu sakit lagi. kali ini flu singapore atau HFMD (Hand Foot Mouth Disease). setahun yang lalu biyu juga pernah kena virus ini, dan sekarang berulang lagi.
jumat sore sekitar jam 17.50 bunda temp suhu nya 38.7 der C, langsung kasi alphamol. biyu mulai rewel, dahinya makin panas. sempet ke mama aca tetangga sebelah yang perawat, karna bunda mulai panik kawatir kejang demam lagi. 15 menit kemudian bunda temp lagi 39.2 fer C. sama mama aca disarankan observ terus, berikan parasetamol per 4 jam jika masih demam dan perbanyak minum. tapiiiii ayah ga mau ambil resiko kejang demam lagi. akhirnya kami ke JMC dengan dr. irma. didiagnosis radang tenggorokan (kami pikir karena siang harinya biyu ngemil kripik tempe). diresepkan antibiotik, puyer yg isinya obat demam dan anti kejang diberikan selang seling dengan alphamol nya. bunda ga berikan antibiotiknya. puyer sempet 2kali karena demam nya mencapai 39 der C.
Sabtu pagi, demam mulai turun, muncul bintik2 merah di paha. biyu masih rewel dan ga mau makan. sore nya bunda telp DSA nya, dia bilang bisa aja flu singapore, untuk memastikan dibawa aja kemari. oke bunda bawa, diagnosanya bukan flu singapore, karena klo flu singapore sariawannya kurang parah dari ini, begitu katanya. bunda tanya bintik2 nya karna apa, jawab dokternya karna virus. bunda kejar virus apa, dokternya ga bisa pastikan.. 
disarankan obat diteruskan, diresepkan sabun phisohex dan bedak salisi.
kenyataanya obat ga bunda kasih sama sekali, tetap mandi dengan sabun phisohex, klo biyu mulai rewel karena gatel nya bunda usapin bedak nya.. manjur..
minggu mulai ceria, beberapa bintik merah mulai kering beberapa mulai tumbuh.
senin, nafsu makan udah agak balik, terbukti pagi2 udah habis 2 roti
.bintik merah banyak yg sudah kering, sudah mulai main keluar rumah.
bunda juga sempet kirim email ke milis sehat. karena sejak sabtu bunda observ gejalanya kok ga ada yang mirip dengan rubella/roseolla dan teman2nya..
alhamdulillah dapat respon dari smart parent dan dr. anto sbb :
 anto |
|
Siang bu nina, Mungkin kalau terima balesannya demamnya sudah hilang kali ya,…
|
|
Mar 28 (1 day ago)
|
 antoLoading… |
Mar 28 (1 day ago)
|

anto
to sehat
|
|
show details Mar 28 (1 day ago)
|
|
Images are not displayed.
Display images below - Always display images from yuliantosk@gmail.com
Siang bu nina,
Mungkin kalau terima balesannya demamnya sudah hilang kali ya,
Bila anak demam, yang pertama observasi ada tanda kegawatdaruratan atau
tidak.
Bila tidak ada tanda gawat darurat, anak tidak sakit berat maka kita bisa
observasi dahulu.
Anak sakit berat atau tidak ibu bs browsing ke NICE guidelines Fever. Gawat
darurat bisa cek di www.kidshealth.org
Dalam masa observasi 72 jam tersebut, kita selain mengobservasi gejala jg
memberikan nutrisi dan cairan, penurun panas (parasetamol) bila perlu.
Demam saja merupakan penanda infeksi, diperlukan tanda-tanda lainnya untuk
menegakkan diagnosis.
Contoh pada HFMD (hand foot and mouth disease) hari pertama demam, kemudian
muncul sariawan bersama bintik dan bintil merah di telapak tangan dan kaki,
yang mungkin terlihat di hari ke dua atau ke tiga.
Gejala awal hanya demam, tidak enak menelan.
Bila ibu langsung ke dokter di hari pertama maka diagnosis bisa radang
tenggorokan, bila kemudian ke dokter lagi setelah bintik di tangan, kaki,
sariawan muncul baru diagnosis HFMD bisa ditegakkan.
Penyebab HFMD adalah virus, self limiting disease. Jadi diobservasi dan
diberikan asupan cairan dan nutrisi.
Untuk mencegah pengobatan yang tidak perlu maka diperlukan diagnosis, dan
diagnosis diperlukan observasi, dan observasi membutuhkan suatu perjalanan
penyakit yang muncul degnan berjalannya waktu.
Bila tidak ada tanda gawat darurat dan anak tidak sakit berat, dengan
menjaga asupan nutrisi dan cairan maka dapat ditunggu 72 jam observasi.
Semoga biyu sudah sembuh
-anto-
gejalanya sebagai berikut :
- demam 38 der C – 39 der C
- sepertinya pusing juga karena bbrp kali biyu bilang atitttt sambil nepuk2 kepala
- sariawan, ditandai dengan ngeces teruss
- pada hari kedua demam mulai turun, muncul bintik2 merah di tangan dan kaki (termasuk telapak tangan dan kaki), bentuknya seperti jerawat. daerah paling banyak bintik2 nya di lipatan lutut dan paha
- hari ke 3-4 bintik merah mulai kering, nafsu makan meningkat
pelajaran yang dapat diambil kali ini :
1. harusnya kami orang tua jangan gampang panik klo anak demam, meski punya riwayat kejang demam. dan lebih aktif tanya2 ke DSA 
demam bukan penyakit, demam adalah gejala awal. observ saja sampai 72 jam, berikan parasetamol per 4 jam, banyakin intake cairan
2. bila tidak ada tanda2 gawat darurat harusnya ga perlu ke dokter. selain menghindari trauma anak pada dokter/RS (ini udah terbukti sama biyu.. begitu masuk RS udah nangis minta pulang ), menghindari virus2 yg ada di RS terkena ke kita, juga kebanyakan dokter suka lebay dengan meresepkan antibiotik, padahal udah jelas penyakitnya disebabkan virus.
capcay dehhh .
2. penyakit yang disebabkan virus ga butuh obat apapun, apalagi antibiotik. hanya dibutuhkan parasetamol bila perlu, pluss kekebalan tubuh yang didapat dari makan dan minum yang cukup.
antibiotik hanya untuk penyakit yang disebabkan bakteri.
3. banyakin stok sabar, sabar dan sabar.. jangan sampe telat makan agar tetap vit jagain si kecil